. . . . .

INDUSTRI

Kecil
 
Menengah
 
 
.

PARIWISATA

Wisata Alam
 
Budaya
 
 
.

KOMUNIKASI

Mailing List
 
Kontak Kami
 
 
..

Detail

 

.
Penduduk dan Tenaga Kerja

Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2000 adalah 935.855 jiwa (termasuk Kabupaten Batu Bara) termasuk penduduk yang bertempat tinggal tidak tetap dan termasuk urutan ketiga terbesar se-Sumatera Utara setelah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk dari tahun 1990 - 2000 berdasarkan angka terakhir SP 2000 adalah 0,58 persen per tahun.

 

Jumlah penduduk Asahan keadaan Bulan Juni Tahun 2009 setelah terpisah dengan Kabupaten Batu Bara diperkirakan sebesar 700 606 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 188,36 jiwa per km2. Sebagian besar penduduk bertempat tinggal di daerah pedesaan yaitu sebesar 70,58 persen dan sisanya 29,42 persen tinggal di daerah perkotaan. Jumlah rumah tangga sebanyak 168 019 rumah tangga dan setiap rumah tangga rata-rata dihuni oleh sekitar 4,2 jiwa, sedangkan laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2000-2009 sebesar 1,71 persen Jika dilihat dari jenis kelamin jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2009 lebih sedikit dari penduduk perempuannya dengan persentase sebesar 49,82 persen dengan rasio jenis kelamin sebesar 99,28 yang artinya dari 100 penduduk perempuan terdapat kirakira 99 penduduk laki-laki.

Bila dilihat per kecamatan maka Kecamatan Kisaran Timur merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar dengan tingkat persebaran penduduk sebesar 9,90 persen sedangkan Kecamatan Sei Kepayang Timur adalah yang terkecil yaitu 1,36 persen. Untuk Kecamatan terpadat urutan pertama adalah Kecamatan Kisaran Barat disusul Kisaran Timur dengan kepadatan di atas 1 700 jiwa per km2 dan yang terjarang adalah Kecamatan Bandar Pulau. Hal ini dapat dimaklumi karena Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur terletak di ibukota Kabupaten Asahan.

Dilihat dari kelompok umur, persentase penduduk usia 0-14 tahun sebesar 35,17 persen, 15-64 tahun sebesar 60,74 persen dan usia 64 tahun ke atas sebesar 4,09 persen yang berarti jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif dengan rasio beban ketergantungan sebesar 64,64 artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung sekitar 65 orang penduduk usia non produktif.

Penduduk Asahan yang menganut agama Islam tahun 2009 sebesar 615 655 jiwa(87,87 persen), Katolik sebesar 7 267 jiwa (1,04 persen), Protestan sebesar 67 595 jiwa (9,65 persen), Budha sebesar 9 684 jiwa (1,38persen) dan Hindu sebesar 406 jiwa (0,06persen). Untuk suku bangsa yang terbanyak adalah Jawa sebesar 59,41 persen kedua suku Batak sebesar 29,40 persen dan urutan ketiga adalah suku Melayu sebesar 5,19persen sedangkan sisanya 6,00 persen adalah suku Minang, Banjar, Aceh dan lainnya

Tabel penyebaran penduduk menurut kecamatan

Tabel penyebaran penduduk menurut suku bangsa

Tabel penyebaran penduduk menurut agama

Tabel penyebaran penduduk menurut jenis kelamin

 

Tenaga Kerja

 

Tingkat partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Asahan tampaknya menurun pada tahun 2009. Pada tahun 2008, TPAK di Asahan 63,59 persen tetapi menurun menjadi 62,23 persen di tahun 2009. Jika dilihat dari status pekerjaannya, hampir sepertiga ( 31,07 persen) penduduk yang bekerja di Asahan adalah buruh atau karyawan. Penduduk yang berusaha dengan dibantu anggota keluarga mencapai 9,85 persen, sedangkan penduduk yang bekerja sebagai pekerja keluarga mencapai 7,42 persen. Hanya 3,84 persen penduduk Asahan yang menjadi pengusaha yang mempekerjakan buruh tetap/bukan anggota keluarganya.

Jumlah penduduk Asahan yang merupakan angkatan kerja pada Agustus 2009 adalah sebanyak 292,16 ribu jiwa yang terdiri dari 265,19 ribu jiwa terkategori bekerja dan sebesar 26,97 ribu jiwa terkategori mencari kerja dan tidak bekerja (pengangguran terbuka). Penduduk Asahan yang bekerja ini sebagian besar bekerja pada sektor pertanian yaitu 48,15 persen. Sektor kedua terbesar dalam menyerap tenaga kerja di Asahan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar 16,81 persen. Sektor lain yang cukup besar peranannya dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa-jasa, baik jasa perorangan, jasa perusahaan dan jasa pemerintahan yaitu sebesar 12,13 persen saja. Selebihnya bekerja di sektor penggalian dan pertambangan, sektor listrik,gas dan air minum, sektor bangunan, sektor angkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan.

Jumlah pencari kerja yang terdaftar pada tahun 2009 sebanyak 5 432 orang ditambah dengan sisa tahun lalu menjadi 10 536 orang yang terdiri dari 5 349 pencari kerja laki-laki dan sisanya 5 187 adalah pekerja perempuan dan 6,44 persen diantaranya sudah ditempatkan.

 
 

.

Web Login

User:  
Password:  

 
 
.

PRODUK HUKUM

Dokumen Daerah
 
Perundangan
 
Pengumuman
 
 
. .

@ 2008