Sumber daya
teridentifikasi di wilayah Asahan:
·
Hutan mangrove terdapat di wilayah
pesisir pantai. Dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan terdapat di daerah
landai yang terlindungi dari gempuran ombak. Hutan mangrove mengindikasikan
sungai berlumpur, lumpur tersebut menyuburkan tanah dan bisa dimanfaatkan untuk
bahan bangunan. Hutan ini dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, sumber
bahan bakar seperti arang dan alkohol, sumber bahan bangunan seperti pipa air
dan lem, sumber tekstil dan kulit seperti serat sintetis, bahan pencelup pakaian
dan bahan untuk penyamakan kulit, serta sumber obat-obatan seperti minuman
fermentasi, alkohol, rempah-rempah dan daging dari propagules.
·
Rawa biasanya ditumbuhi palem,
bakau, dan belukar. Rawa bisa dimanfaatkan sebagai sumber perikanan.
·
Pasir yang terdapat di endapan
sungai besar dan pantai bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan bangunan.
·
Pariwisata, pada pantai yang
landai dan sekitar muara sungai.
·
Dk. Haboko yang terdapat di
Kecamatan Bandar Pulau memiliki tebing yang terjal, diindikasikan merupakan
batuan yang keras dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan bangunan.
Daerah pesisir Asahan diindikasikan sebagai
daerah lipatan. Daerah berbatuan lipatan sering mengandung batuan gamping, batu
lempung dan batu pasir kwarsa, yang merupakan bahan dasar industri semen, gelas,
perkapuran dan sebagainya. Jika batuannya merupakan batuan induk dan memenuhi
syarat sebagai perangkap minyak, maka kemungkinan terdapat sumber minyak dan gas
bumi dan apabila memiliki batuan batolit, diindikasikan memiliki potensi mineral
logam.