. . . . .

INDUSTRI

Kecil
 
Menengah
 
 
.

PARIWISATA

Wisata Alam
 
Budaya
 
 
.

KOMUNIKASI

Mailing List
 
Kontak Kami
 
 
..

Detail

 

.
Potensi Perkebunan

Potensi  bidang perkebunan di Kabupaten Asahan terdapat 2 (dua) jenis perkebunan yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola secara langsung oleh masyarakat, sedangkan perkebunan besar merupakan perkebunan yang dikelola berdasarkan badan usaha. Untuk lebih jelas telah disajikan dalam tabel berikut ini

Luas serta produksi lahan perkebunan Tahun 2009
 
No uraian Perkebunan Rakyat Perkebunan Besar
Luas (ha) Produksi (ton luas (ha) produksi (ton)
1 kelapa Sawit 69.161 203.855)* 59.021 54.352)**
2 Karet 6.096 8.800 17.686 23.294
3 kelapa dalam 25.452 38.618 - -
4 Coklat 8.437 5.770 - -
5 Kopi 24 9,40 - -


Ket:

)* = Tandan Buah Segar

)** = CPO
 

Sawit

 

Sebagai komoditi ekspor non migas, hasil produksi perkebunan kelapa sawit sebagian besar masih diekspor ke manca negara dalam bentuk CPO dan baru sebagian kecil diolah menjadi bahan-bahan kebutuhan konsumsi seperti minyak goreng, margarine, sabun, dan bahan dasar kosmetik.

 

Peluang-peluang yang masih memungkinkan dan potensial dikembangkan untuk pengolahan hasil produksi kelapa sawit selain CPO adalah: industri pembuatan margarine, sabun, kosmetik, chemical oil, karbon aktif (pengolahan cangkang kelapa sawit), meubel (pengolahan serbuk sawit), biomassa, dan pengolahan lidi kelapa sawit.

 

Karet

 

Sama halnya dengan kelapa sawit, hasil produksi komoditi karet sebagian besar diekspor ke manca negara dalam bentuk latex (getah cair), sheet, dan block rubber, dan hanya sebagian kecil saja yang diekspor dalam bentuk bahan setengah jadi. Sampai saat ini hanya PT. Bakrie Sumatera Plantations yang memiliki industri pengolahan latex menjadi benang karet.

 

Melihat kondisi dan potensi jenis komoditi ini, masih sangat dimungkinkan untuk pengembangan industri-industri pengolahan karet menjadi barang-barang kebutuhan hidup manusia baik untuk keperluan ekspor maupun untuk memenuhi pasar dalam negeri.

 

Kakao (Coklat)

 

Perluasan atau pengembangan tanaman kakao (coklat) ini masih dapat dilakukan dengan pola pertanaman tumpang sari dengan tanaman kelapa dalam. Tidak kurang dari 10.000 ha, tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman kakao (coklat) yang tersebar pada beberapa kecamatan, seperti: Sungai Kepayang, dan Tanjung Balai.

Dengan bertambah luasnya pertanaman kakao (coklat), maka diharapkan akan bertambah jumlah produksi yang dihasilkan. Untuk memberikan nilai tambah produksi hasil kakao (coklat) ini, diperlukan pembangunan industri pengolahan biji kakao (coklat).

Peluang yang potensial dikembangkan adalah industri pengolahan hasil produksi komoditi kakao (coklat), antara lain:

       Pembuatan tepung coklat (pasta) untuk dijadikan bahan konsumsi (makanan),

       Pengolahan kulit buah coklat untuk dijadikan bahan pembuatan pupuk,

       Pengolahan kulit biji coklat untuk dijadikan pakan ternak.

 

Kelapa Dalam

 

Tanaman komoditi kelapa dalam merupakan perkebunan rakyat terluas di Kabupaten Asahan. Tahun 2009 tercatat seluas 25.452,00 ha. Sentra tanaman jenis komoditi ini terdapat di Kecamatan Sungai Kepayang, Tanjung Balai, dan Air Joman.

 

Peluang yang potensial dikembangkan untuk industri lanjutan pengolahan komoditi kelapa dalam, antara lain:

       Pembuatan virgin coconut oil (VCO),

       Pembuatan nata de coco

       Pembuatan tepung kelapa

       Pembuatan batang pohon kelapa menjadi kayu dan perabotan rumah tangga lainnya

       Pengolahan arang tempurung kelapa menjadi bahan karbon aktif dan obat nyamuk bakar

       Pengolahan lidi kelapa

       Pengolahan sabut kelapa

 
 

.

Web Login

User:  
Password:  

 
 
.

PRODUK HUKUM

Dokumen Daerah
 
Perundangan
 
Pengumuman
 
 
. .

@ 2008